Selasa, 19 November 2013

My lovely big Fam

0 komentar
Barakallah...
kemarin tanggal 18 Oktober sepupu saya menikah. Dan, lagi-lagi begitu mengharukan ketika ikrar itu diucapkan...:'). Ini beberapa foto yang saya pikir bisa diupload.



di atas adalah foto ketika saya dan ayah kabur dari tempat acara karna ingin mencari sarapan di luar. hehe, nakal.




my lovely brother Ragil, ketika jadi kembang___ (whatever) saya lupa namanya. Lucu, tambah ganteng, saya suka sekali kostumnya dan warnanya...


my two heroes... ayah tambah gemuk kayaknya. Hayooo...siapa yang paling ganteng?



dua jagoan cilik yang ga bisa diem. Jeslyn dan Nava. "Mbak beli-beli yoook...beli beliii..." Padahal disana tersedia banyak banget makanan. Jeslyn langsung berlari memeluk saya ketika kami baru bertemu, hanya diam memeluk lama. Mamanya bilang, " kangen mbak nona katanya.." :'). My big lovely Family...I love youuuu all...:*

November menguning

0 komentar
Saya suuukaaaa sekali fakultas sastra saat bulan November. Cuaca ga begitu panas, langit cerah, dan pohon dengan bunga kuning (entah apa namanya) yang mekar dan bertebaran dimana-mana. Satu kata : romantis.






Sabtu, 16 November 2013

Deutsche Tage 2013

0 komentar


Alhamdulillahhirobbil'alamin...
Deutsche Tage 2013 "Jede Kust hat ihre Geschichte" sudah berlangsung selama 3 hari kemarin...14- 16 November. Hupf...disamping banyak kekurangan,saya sangat bersyukur bisa merasakan kesempatan mejadi koordinator lomba ini. Ada sekitar 400 peserta da 30 sekolah se Jawa Timur yang mengikuti acara ini. Huaaa... pengen nangis rasanya.
Ngomong-ngomong tentang nangis, memang DT ini mempunyai andil besar dalam naik turunnya emosi saya satu bulan terakhir. Tapi alhamdulillah ga parah-parah baget. :D Wah saya jadi banyak belajar tanggung jawab, ketelitia disipli dan bagaimana menghadapi orang banyak. Saya tahu pelajaran-pelajaran itu akan bermanfaat untuk masa depan saya..:)
Masih banyak amanah-amanah yang lain,,,Terimakasih Ya Allah,semoga aku tidak mengecewakan MU

Rabu, 23 Oktober 2013

4 Episode

0 komentar

Tadaaaa....ini hasil kerja saya di mata kuliah Media Pembelajaran. Schoener als die Letzte, oder ? :)

Senin, 14 Oktober 2013

Marriage?

0 komentar
Pernikahan. Mendengarkan, membaca, atau mengeja kata ini selalu membuat perut saya mulas, apalagi memikirkannya. Mungkin karena teman-teman yang mulai tak keberatan untuk membahasnya disetiap pertemuan, atau kenyataan bahwa teman wanita yang lumayan banyak telah mengakhiri masa lajang mereka. Oh, oke, mungkin ini sindrom yang dialami gadis umur 20an kebanyakan (setelah studi riset saya :D).
Entah saya yang teralu polos atau gimana (kata sebagian teman), menemukan kenyataan bahwa akan ada seseorang yang mengambil alih segala tanggung jawab orang tua terhadap kita, sedikit membuat takut. Hey, saya kira ini perasaan yang wajar saja. Bisa dibayangkan? Tidak pernah bertemu (bisa jadi), beda suku (bisa jadi), umur yang terpaut jauh (bisa jadi) dan sederet kemungkinan-kemungkinan ain yang kalau dipikir-pikir semakin menambah takut saja.
But, di dalam Quran surat Ali Imran ayat 14 "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternakdan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)".
And, dalam hadist riwayat Baihaqi dari Anas bin Malik,"Apabila seseorang melaksanakn pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertakwa kepada Allah".
Ijinkan saya mengambil kesimpulan, ehm. Bahwa, pernikahan telah menjadi sebuah sarana dalam islam sebagai bentuk pengertian Allah akan fitrah yang dimiliki oleh setiap hambanya, pun para Nabi dan Rasul kita terdahulu. Maka, tidak ada lagi alasan untuk rasa takut itu. Hanya setiap pribadi yang harus memperbaiki kualitas diri dan berusaha sebaik mungkin, untuk menyambut jodoh yang telah ditetapkan oleh-Nya. Tentunya perbaikan itu tidak untuk 'dia' tapi untuk 'diri kita' sendiri. Meluruskan niat selalu menjadi landasan terpenting. Di jalan apa kita menikah, tujuan kita, visi misi kita.
Wallahuallam, ini hanya tulisan yang ingin saya tulis karena tak ada ide untuk karya tulis Sommerkurs. Semoga... semoga apa ya, Allah menyimpan jodoh saya nun jauh disana baik-baik saja. Entah kapan dipertemukannya. Sudahlah, sepertinya topik ini harus segera diakhiri sebelum menyerempet kemana-mana. Wassalam...
Happy Iedul Adha , by the way...Barakallah ;))

Sabtu, 12 Oktober 2013

my unpredictable Days

0 komentar
Malang sepi. Hampir sebagian penghuninya liburan ke kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Adha bersama keluarga. Sedikit menyesal tidak bisa pulang karena saya memikirkan Ujian tengah semester dan beberapa tanggung jawab yang tidak akan bisa dikerjakan di kampung halaman nanti. Untunglah mama ibu yang pengertian...:)
Bisa dibilang beberapa minggu terakhir adalah saat yang tak terlupakan. Ada dua program yang diadakan oleh jurusan sastra Jerman dan saya diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi di dalamnya. Dalam acara bersama DAAD saya menjadi MC dadakan karna ditunjuk oleh Frau Dewi ketika mata kuliah analisis bahan ajar berlangsung. Awalnya saya bertanya apakah acara dibawakan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Jerman, frau Dewi menjawab bahasa Jerman. Oke, thanks, rasa percaya diri saya jadi ciut. Tapi beliau memaksa karena tidak ada lagi yang bisa dimintai tolong. Benar-benar  suatu tantangan buat saya yang belum pernah menjadi MC acara formal. Dan, show must go on. Sebastian Greiss dan Olivia Sopakola menjadi pembicara di seminar " Informasi Studi di Jerman" tersebut. Tangan saya gemetaran, dan benar-benar berhati-hati dengan pengucapan kalimat yang lima belas menit sebelumnya diajarkan oleh frau Dewi di kantor. Hupf... Acara pun berakhir dengan lancar dan frau Dewi merasa puas dengan hasilnya. Saya jadi tertantang dan merasa nyaman untuk berbicara lagi di depan umum...hehe.
Kemudian, tawaran tak disangka-sangka datang lagi dari Herr Iwa. Beliau meminta saya untuk membacakan cerpen karya Jenny Erpenbeck saat kuliah tamu pada tanggal 8 Oktober di .  Universitas Negeri Malang menjadi satu-satunya yang dikunjungi diantara beberapa jurusan bahasa Jerman di Indonesia. Karena ketagihan, saya pun mengiyakan tanpa berpikir panjang lagi.Saya yakin, kesempatan seperti ini tidak akan terulang untuk kedua kali. Bersyukurlah saya karena ada basic sebagai 'pembaca dongeng' saya bisa membaca cerpen terjemahan dengan lancar. Suatu kebanggan tersendiri bisa satu panggung dengan penulis Jerman dan mendengarkan komentar Jenny dan ibu perwakilan Goethe Institut tentang pembacaan saya. Acara berjalan cukup lancar dan tak lupa saya mengabadikannya dengan meminta berfoto dengan Frau Jenny.
Alhamdulillah. Skenario Allah memang the best dah. Saya tidak pernah merencanakannya, saya hanya punya mimpi-mimpi. Semoga ini menjadi awal atau pemanasan untuk menggapai mimpi itu...
Ditunggu cerita selanjutnya yaa...

Rabu, 02 Oktober 2013

...

0 komentar
Kadang saya merasa musuh terbesar adalah diri sendiri. Bukan orang lain, bukan.
 

Leben Notizen Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template