Tampilkan postingan dengan label my poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my poems. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2012

For you, Yah

0 komentar

"Aku dengar malaikat keciku menangis di atas sajadahnya
Aku dengar malaikat kecilku,rindu pelukanku dan topangan kuat dari tanganku,
Tapi dia tak mau bicara, karena takut mengganggu ketentramanku.
Ayah sayang kamu ona
Jangan pernah takut untuk berkeluh, ada dan tidak ada,
Ayah mau kau meminta dan berbicara
Karena ayah adalah milikmu seperti ona milik ayah"

:')
Aku mencintaimu yah, layaknya larik kata-kata indah dalam setiap puisimu
 layaknya rasa rindu yang selalu sesak harapkan pelukan hangatmu

Mungkin pijakan kita tak selamanya sama.
 Mungkin Tuhan beri kita semua ini untuk mencari dan terus mencari
Apa yang Dia tetapkan, apa yang Dia inginkan

Terimakasih atas 
keindahan yang kau berikan
kesempatan dan hidup yang kau usahakan untuk kami 

Maaf jika
aku terlalu sering melambung jauh dengan sayapku sendiri
terlalu sibuk mengeluh akan kata 'mengapa' yang kita miliki selama ini
terlau lelah bahkan hanya untuk bercerita

Kau tahu yah, entah apa yang terjadi jika bukan kau yang menjadi ayah dari seorang aku
Aku menyayangimu apa adanya
Ijinkan malaikat kecilmu ini terbang dan gapai mimpi-mimpi yang
amat kau cintai
Ijinkan sayap kecilku merengkuh setiap tempat yang ingin kau capai

Aku tahu, tanpamu aku tak berarti apa-apa :')

Sabtu, 17 November 2012

Ritual Sebelum Tidur

0 komentar

Jangan tanyakan mengapa                                  
Ketika air mata hanya sisa dari kata-kata yang tertinggal,
dari tiap-tiap malam kita berdua

Ku tengadahkan kedua tangan
Sedangkan kau dekapkan keduanya di depan dada
Sesaat kita khusyuk dalam pinta
Waktu  yang sama, tempat yang sama
Sungguh ironi ketika tiap bulir doa kita,
ditujukan pada Yang berbeda

“Amin…”
untuk siapa itu?
Jawaban hanya ada pada teguk kebisuan

Malam itu,
Begitu sama seperti yang lalu-lalu,
julurkan badan sedalam-dalamnya pada selimut,
saling senyum satu sama lain

“Selamat tidur…”
Ritual sebelum tidur yang terkadang kurindukan,
sambil  menggendong takdir disetiap detiknya,
serasa menggelayut diatas langit-langit kamar kita,
paksa ku tuk berpikir dan sadar,
: kita sama yang berbeda
untuk kamu yang ku sayangi, semoga Allah senantiasa melindungimu

Ridho-Mu

0 komentar
Alunan simfoni damai
menyusup disela kelopak mata
Saat serasa hanya ada Kau dan aku,
Kekasih..
Ijinkan tangis ini hanya bermuara pada-Mu
Ijinkan lelah ini menguap hanya di pangkuan-Mu
Ijinkan jiwa ini melangkah ke pertemuan-Mu
Kekasih…
Tak ada derma yang ku  lakukan
Tak pantas jiwa ini haturkan banyak pinta
Hanya  ridho-Mu
Harapku yang amat dan sangat

Jumat, 07 September 2012

Kenangan

0 komentar

Apa yang harus ku lakukan pada kenangan,
bersembunyi dibalik sofa hati.
 Menyendiri.
Terkadang aku lihat dia meloncat kesana kemari. 
Mencari perhatian.
Tak kutemukan cara untuk membuatnya pergi. 
Jauh-jauh.
Karna dia membawa  sekarung hal pedih yang tak ingin aku buka lagi.

Namun terkadang aku amat inginkan kehadirannya.
Saat tak ada yang singgah diruang tamu hati.
Saat termenung dan mencari menjadi rutinitas palsu yang membosankan.
Aku butuh kamu. Kenangan.

Kau tak butuh kunci untuk masuk. Tak perlu berjinjit dan diam-diam pergi.

Just stay. Tetaplah tinggal selama kau mau. Karena kau teman kesepianku. Kau sahabat setia dari keberanianku. Kau sumber kekuatanku yang berharga. J



Sabtu, 01 September 2012

For u, Mom

0 komentar

Aku selalu tahu apa yang kau rasakan, mama
Malam itu purnama yang tak sempurna
Bibir lelahmu mengecup keningku
Aku tahu
Untuk sepersekian kali kau ingin katakan itu
Lewat cahaya matamu yang meredup karena lelah yang menggelayut
Aku tahu
Lewat setiap sekon getar hangat dari genggamanmu
Hantarkan sejuta bahasa yang tak pernah diejakan siapapun
 Malam itu, kita berpegang tangan
Aku tahu,Mama
Kau mencintaiku
Tatapanmu yang tak pernah sempat kau ucapkan itu
Yang selalu aku rindukan itu
 Andai mama,
Sempat aku ucapkan yang tak pernah kau ungkapkan dulu
Aku mencintaimu, Mama
Amat cinta
 Malam ini
Bintang-bintang itu
Ranjang ini
Serta aroma tubuhmu yang tersisa
Oh, andai ku bisa memainkan waktu


kangen mama esti' :'(

Minggu, 10 Juni 2012

untitled

0 komentar
Lelah mungkin dia berlari
Bibir mentari tak lagi kikis sunyi
Terdiam tak henti dendangkan luka
Tangannya dipasung gigi-gigi neraka
Menggeliat
Meratap
Namun pertolongan tak jua
datang kibaskan cadar derita tak kunjung akhir
Tak ada bisikan Tuhan
Tak ada nyanyian qolbu
Hanya tubuh menggigil sepi dikikis duri-duri dosa

NB: ini puisi jadi gak lebih dari 5 menit. Gak tau kenapa kok akhirnya keluar kata2 itu. Dan setelah dibaca ternyata ceritanya tntang hari akhir. IIiih,,,sereem. Naudzubillah. Semoga Allah selalu melindungi kita ya...Amin

Senin, 27 Juni 2011

My Dreams :)

0 komentar
 Mimpi....
manusia tak berarti tanpa mempunyai mimpi...
Aku harus maju, 
meski harus memutar...
meski jalan yang kan ku lalui penuh kelok...

Mimpi....
Entah kapan dan bagaimana 
aku bisa menggapaimu...
Aku memikirkanmu,membayangkanmu,
Sesering hela nafas yang ku hembus...
Selaras detak jam yang berlalu
Meninggalkanku...

Tangan ini, kecil, rapuh, 
tapi izinkan ia menggapaimu meski masih dalam tidur
Kaki ini, pendek,tak bisa berlari cepat,
tapi izinkan ia mengikutimu kemanapun kau hinggap
Hati ini, ladang cinta, sayang juga amarah
tapi ijinkan ia belajar memahamimu,belajar jadi lebih baik...

Saat ini:
Kasur lepek,  seprei kusam, selimut tua, dan tumpukan buku itu
Izinkan mereka menjadi saksi bisu...
Saat aku memikirkanmu 
dan saat aku meniti waktu demi waktuku..
Untuk menggapaimu ,
Percayalah...


Jumat, 17 September 2010

Kekasihku

0 komentar


Dia,
Menjagaku dari godaan laki-laki lain
Dia,
Yang mengingatkanku dikala bisikan setan menerpa
Dia,
Membelai kepalaku lembut kala ku menangis
Dia,
Selalu membuatku lebih dekat denganNya
Dia,
Menciptakan perasaan tenang saat bersama
Dan rindu kala ku menjauh darinya
Dia,
Membuatku merasa jadi wanita sempurna
Dia kekasihku
Jilbabku...

Kepompong

0 komentar
Senja telah pergi untuk sejenak waktu
Layaknya air yang mengalir melalui dedaunan,
Aku tak ingin hanya menjadi embun
Yang kan hilang di dera raja hari

Dalam sujud ku berdoa
Akankah ada hari esok
Tuk menjadikan diriku berguna bagi bangsaku
Mengabdi setumpah sedarah pada ibu pertiwi

Aku hanya kepompong,
Bergantung hidup pada ranting pepohonan
Tapi tak pasrah ku pada kehidupan
Karena aku yakin bisa terbang tinggi menjunjung cita,
Meraih cinta bersama sayap warna indahku
Dan berarti untuk bumi yang melahirkanku
 

Leben Notizen Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template