Barakallah...
buat diriku sendiri...sudah kepala dua.
Subhanallah, ujiannya lumayan berat. semogaa Yaa Allah, naik tingkat. . . :)
Terharu membaca doa-doa teman-teman dan keluarga...
Tanggung jawab makin besar. Kontribusi butuh pembuktian...bukan cuma untuk dunia, tapi semata-mata untuk deen-Nya.
Semangat untuk diriku sendiri...
Jangan mudah lemah, semakih kuat melangkah.
Tetaplah jadi dirimu sendiri, cerewet, ingin tahu, apa adanya.
Rendah hati, hormati dan hargai orang lain.
Perdalam ilmu dengan membaca.
Jauhi riya dan kikir...
Utamakan memberi daripada meminta.
Stop complaining. Just act!
Minggu, 01 Desember 2013
Rabu, 27 November 2013
Sibuk?
Semua orang menginginkan hidupnya sempurna. Tanpa cela. Menjadi anak yang berbakti, murid teladan, baik ibadahnya, aktif dalam agenda dakwah, banyak relasi dan mempunyai hubungan baik dengan semua orang. Siapa sih yang tidak mau seperti itu?
Sungguh saya ingin mencapai semua yang saya tulis diatas. Hanya saja, prosesnya mungkin tak semudah yang saya gambarkan. Meskipun, saya tahu untuk menjadi sukses orang akan menghadapi banyak rintangan. Tapi, bukankah tanpa kesalahan dan kekurangan hidup akan kehilangan esensinya? Karena itulah Allah menciptakan kita bersaudara. Karena itulah ada jamaah, pernikahan, organisasi...
Apa yang saya alami sekarang, wow. Tugas akhir di semester lima yang hampir semuanya makalah (alhamdulillah), hutang pra Deutsche Tage yang harus ditunaikan ke SMA2, agenda tarbiah, dan tugas dari dosen... Also, duta besar jerman akan mengunjungi UM, hari ini 28 November 2013. Saya dan 9 orang mahasiswa lainnya diminta pak Dudi untuk menjamu beliau. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Georg Wischel ingin mengobrol dengan perwakilan mahasiswa sastra Jerman. Cukup mendebarkan, yang saya sangsikan adalah ketika akan bersalaman. Yang pasti saya akan mengambil tempat paling belakang untuk menghindari hal itu. Dan, selain mengobrol dengan beliau, saya diminta bergabung dengan 13 orang lain untuk membuatkan program berbasis android sebagai media pembelajaran bahasa Jerman. Hal ini tak lain juga untuk menyambut kedatangan Duta Besar.
Begitulah, saya yang awalnya susah mengatur waktu (sampe sekarang sih) :D. Jadi musti pinter-pinter lagi memilih agenda. Saya ingin sekali menjadi organisatoris yang berprestasi akademik dan non akademik. Apakahagenda syiar tetap jalan? Harus! Itu harus menjadi azam yang kuat dalam diri seorang Nona Elana Kristiana. Saya ingin buktikan pada Allah, apa yang telahsaya usahakan ini.
Beasiswa ke Jerman? Saya tetap tidak bisa melupakan impian saya yang saya itu.
Bismillahhirrohmanirrohiim... semoga lancar ya...
Robbisrohlisodri wayassirliamri wahlul ukdatammillisaaniyafkohukouli...
Selasa, 19 November 2013
My lovely big Fam
Barakallah...
kemarin tanggal 18 Oktober sepupu saya menikah. Dan, lagi-lagi begitu mengharukan ketika ikrar itu diucapkan...:'). Ini beberapa foto yang saya pikir bisa diupload.
kemarin tanggal 18 Oktober sepupu saya menikah. Dan, lagi-lagi begitu mengharukan ketika ikrar itu diucapkan...:'). Ini beberapa foto yang saya pikir bisa diupload.
di atas adalah foto ketika saya dan ayah kabur dari tempat acara karna ingin mencari sarapan di luar. hehe, nakal.
my lovely brother Ragil, ketika jadi kembang___ (whatever) saya lupa namanya. Lucu, tambah ganteng, saya suka sekali kostumnya dan warnanya...
my two heroes... ayah tambah gemuk kayaknya. Hayooo...siapa yang paling ganteng?
dua jagoan cilik yang ga bisa diem. Jeslyn dan Nava. "Mbak beli-beli yoook...beli beliii..." Padahal disana tersedia banyak banget makanan. Jeslyn langsung berlari memeluk saya ketika kami baru bertemu, hanya diam memeluk lama. Mamanya bilang, " kangen mbak nona katanya.." :'). My big lovely Family...I love youuuu all...:*
November menguning
Saya suuukaaaa sekali fakultas sastra saat bulan November. Cuaca ga begitu panas, langit cerah, dan pohon dengan bunga kuning (entah apa namanya) yang mekar dan bertebaran dimana-mana. Satu kata : romantis.
Sabtu, 16 November 2013
Deutsche Tage 2013
Alhamdulillahhirobbil'alamin...
Deutsche Tage 2013 "Jede Kust hat ihre Geschichte" sudah berlangsung selama 3 hari kemarin...14- 16 November. Hupf...disamping banyak kekurangan,saya sangat bersyukur bisa merasakan kesempatan mejadi koordinator lomba ini. Ada sekitar 400 peserta da 30 sekolah se Jawa Timur yang mengikuti acara ini. Huaaa... pengen nangis rasanya.
Ngomong-ngomong tentang nangis, memang DT ini mempunyai andil besar dalam naik turunnya emosi saya satu bulan terakhir. Tapi alhamdulillah ga parah-parah baget. :D Wah saya jadi banyak belajar tanggung jawab, ketelitia disipli dan bagaimana menghadapi orang banyak. Saya tahu pelajaran-pelajaran itu akan bermanfaat untuk masa depan saya..:)
Masih banyak amanah-amanah yang lain,,,Terimakasih Ya Allah,semoga aku tidak mengecewakan MU
Rabu, 23 Oktober 2013
4 Episode
Tadaaaa....ini hasil kerja saya di mata kuliah Media Pembelajaran. Schoener als die Letzte, oder ? :)
Senin, 14 Oktober 2013
Marriage?
Pernikahan. Mendengarkan, membaca, atau mengeja kata ini selalu membuat perut saya mulas, apalagi memikirkannya. Mungkin karena teman-teman yang mulai tak keberatan untuk membahasnya disetiap pertemuan, atau kenyataan bahwa teman wanita yang lumayan banyak telah mengakhiri masa lajang mereka. Oh, oke, mungkin ini sindrom yang dialami gadis umur 20an kebanyakan (setelah studi riset saya :D).
Entah saya yang teralu polos atau gimana (kata sebagian teman), menemukan kenyataan bahwa akan ada seseorang yang mengambil alih segala tanggung jawab orang tua terhadap kita, sedikit membuat takut. Hey, saya kira ini perasaan yang wajar saja. Bisa dibayangkan? Tidak pernah bertemu (bisa jadi), beda suku (bisa jadi), umur yang terpaut jauh (bisa jadi) dan sederet kemungkinan-kemungkinan ain yang kalau dipikir-pikir semakin menambah takut saja.
But, di dalam Quran surat Ali Imran ayat 14 "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternakdan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)".
And, dalam hadist riwayat Baihaqi dari Anas bin Malik,"Apabila seseorang melaksanakn pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertakwa kepada Allah".
Ijinkan saya mengambil kesimpulan, ehm. Bahwa, pernikahan telah menjadi sebuah sarana dalam islam sebagai bentuk pengertian Allah akan fitrah yang dimiliki oleh setiap hambanya, pun para Nabi dan Rasul kita terdahulu. Maka, tidak ada lagi alasan untuk rasa takut itu. Hanya setiap pribadi yang harus memperbaiki kualitas diri dan berusaha sebaik mungkin, untuk menyambut jodoh yang telah ditetapkan oleh-Nya. Tentunya perbaikan itu tidak untuk 'dia' tapi untuk 'diri kita' sendiri. Meluruskan niat selalu menjadi landasan terpenting. Di jalan apa kita menikah, tujuan kita, visi misi kita.
Wallahuallam, ini hanya tulisan yang ingin saya tulis karena tak ada ide untuk karya tulis Sommerkurs. Semoga... semoga apa ya, Allah menyimpan jodoh saya nun jauh disana baik-baik saja. Entah kapan dipertemukannya. Sudahlah, sepertinya topik ini harus segera diakhiri sebelum menyerempet kemana-mana. Wassalam...
Happy Iedul Adha , by the way...Barakallah ;))
Entah saya yang teralu polos atau gimana (kata sebagian teman), menemukan kenyataan bahwa akan ada seseorang yang mengambil alih segala tanggung jawab orang tua terhadap kita, sedikit membuat takut. Hey, saya kira ini perasaan yang wajar saja. Bisa dibayangkan? Tidak pernah bertemu (bisa jadi), beda suku (bisa jadi), umur yang terpaut jauh (bisa jadi) dan sederet kemungkinan-kemungkinan ain yang kalau dipikir-pikir semakin menambah takut saja.
But, di dalam Quran surat Ali Imran ayat 14 "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternakdan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)".
And, dalam hadist riwayat Baihaqi dari Anas bin Malik,"Apabila seseorang melaksanakn pernikahan, berarti telah menyempurnakan separuh agamanya, maka hendaklah ia menjaga separuh yang lain dengan bertakwa kepada Allah".
Ijinkan saya mengambil kesimpulan, ehm. Bahwa, pernikahan telah menjadi sebuah sarana dalam islam sebagai bentuk pengertian Allah akan fitrah yang dimiliki oleh setiap hambanya, pun para Nabi dan Rasul kita terdahulu. Maka, tidak ada lagi alasan untuk rasa takut itu. Hanya setiap pribadi yang harus memperbaiki kualitas diri dan berusaha sebaik mungkin, untuk menyambut jodoh yang telah ditetapkan oleh-Nya. Tentunya perbaikan itu tidak untuk 'dia' tapi untuk 'diri kita' sendiri. Meluruskan niat selalu menjadi landasan terpenting. Di jalan apa kita menikah, tujuan kita, visi misi kita.
Wallahuallam, ini hanya tulisan yang ingin saya tulis karena tak ada ide untuk karya tulis Sommerkurs. Semoga... semoga apa ya, Allah menyimpan jodoh saya nun jauh disana baik-baik saja. Entah kapan dipertemukannya. Sudahlah, sepertinya topik ini harus segera diakhiri sebelum menyerempet kemana-mana. Wassalam...
Happy Iedul Adha , by the way...Barakallah ;))
Langganan:
Postingan (Atom)

















